Sepanjang Tahun Menelusuri Alkitab

Maksud John Stott dengan buku ini adalah menyediakan sumber bagi ibadah harian pribadi, yang memungkinkan kita setiap tahun mengulang seluruh Alkitab dari penciptaan di kitab Kejadian hingga penggenapan di Kitab Wahyu. Refleksi harian ini mengikuti tahun gerejawi yang terbagi dalam tiga bagian yang sama lamanya, masing-masing empat bulan.

Kekhasan buku ini adalah: tahun gerejawi terbagi dalam tiga periode, Alkitab terbagi dalam tiga bagian, dan Allah yang Mahakuasa ternyata menyatakan Diri dalam tiga persona: Bapa, Anak, dan Roh Kudus.Ketiganya mencakup seluruh cerita Alkitab.

Dalam periode pertama (September sampai Desember), kita merenungkan karya Allah Bapa dan bagaimana Dia menyiapkan umat-Nya sepanjang Perjanjian Lama untuk menyambut kedatangan Sang Mesias. Dalam periode kedua (Januari sampai April), kita merenungkan karya Allah Anak dan pelayanan-Nya yang menyelamatkan sebagaimana dilukiskan dalam kitab-kitab Injil. Dalam periode ketiga (Mei sampai Agustus), kita merenungkan karya Allah Roh Kudus dan kegiatan-Nya seperti tertulis dalam Kisah Para Rasul, Surat-surat, dan Wahyu.

Dengan mengingat, menghayati, dan merayakan kembali setiap tahun kisah Ilahi ini, kita dapat memperoleh:

  • iman Tritunggal yang teguh
  • peningkatan keakraban kita dengan kerangka dan isi Alkitab
  • pemantapan keyakinan kita akan Allah sejarah yang telah dan masih melaksanakan maksud-Nya sebelum, selama, dan sesudah kehidupan inkarnasi dari Tuhan kita Yesus Kristus sampai Dia datang kembali dalam kekuasaan dan kemuliaan.

Selamat menikmati hari-hari sepanjang tahun bersama Tuhan!

  • Rp 88.000,-

Engkaulah Penjunanku

Memahami kehidupan orang lain kadang seperti bercermin melihat diri sendiri. Ketika melihat kehidupan orang yang bertemu Tuhan, kita juga sering mendapat bagian untuk mengerti bagaimana Tuhan membentuk ciptaan-Nya. Dengan cara yang berbeda-beda, tanah liat itu menjadi bentukan-bentukan unik. Penjunan yang piawai itu tahu betul karakter setiap orang yang hendak dibentuk-Nya.

Kumpulan kehidupan tokoh-tokoh yang dipilih dalam buku kecil ini hendak  menggambarkan bagaimana Allah membentuk umat yang dikasihi-Nya. Dari mereka kita bisa melihat bahwa Allah tidak ”pandang bulu”. Semua tokoh itu berharga di mata Allah, mulai dari mereka yang hidup dari kalangan terpandang seperti imam, hingga gembala ternak yang sehari-hari bergelut dengan kesederhanaan dan kesunyian di alam terbuka.

”Engkaulah Penjunanku” diharapkan dapat menyadarkan kita bahwa diri kita pun berharga di mata-Nya. Sebab hingga saat ini Dia masih berinisiatif dan berkarya dalam membentuk kita. Lebih dari itu, seperti yang dilakukan-Nya terhadap tokoh-tokoh yang diuraikan dalam buku ini, Dia juga akan melibatkan kita dalam karya agung-Nya bagi dunia ini. Sehingga pada akhirnya, kita semua dapat mengaku di hadapan Tuhan, ”Engkaulah Penjunanku!”

  • Rp 30.000,-