Cepat atau lambat, sadar atau tidak sadar, kekristenan telah diserbu aneka ragam aliran kepercayaan (spiritualisme dan isme baru) yang dapat melemahkan iman kita. Kita perlu bijak menyikapinya. Sebagai garam dunia (Mat 5:13), kita wajib memperlengkapi diri agar tidak gagap penginjilan atau menjadi tawar.
Buku ini mempersiapkan kita masuk ke dalam dunia dan menjadikan penginjilan sebagai gaya hidup, bukan sebagai beban iman. Terus-menerus kita diajak untuk meneladani Kristus sehingga penginjilan kita, sesederhana apa pun bentuk dan caranya, akan berkuasa oleh kasih Ilahi.
Kupasan edisi revisi ini semakin menyeluruh dan luas bahkan bernilai. Ada bab baru tentang tahap alami penginjilan (mengolah, menanam, menuai), cerita tentang pekerjaan Allah dalam kehidupan manusia, dan cara menghadapi tantangan dari saingan baru iman Kristen.
Setiap orang–pendeta, aktivis, pelayan gereja, mahasiswa, dosen, siapa saja yang rindu ”membagikan” Kristus dan Kabar Baik kepada orang lain–wajib membaca buku ini.
Kay Arthur (Penulis Kristen pemenang empat kali Gold Medallion, pendiri Precept Upon Precept International, lembaga yang mengajarkan penelaahan Alkitab metode Induktif.)–”Saya telah menerapkan prinsip praktis dalam buku ini. Saya berdoa banyak orang akan membacanya dan terlibat dalam pekerjaan Tuhan kita, mencari yang terhilang dan memperkenalkan kepada mereka satu-satunya Pribadi yang dapat menyelamatkan mereka.”
Dallas Willard (Profesor Filsafat di University of Southern California, Los Angeles. Penerima Christianity Today’s 2003 Book Award.)–”Setiap orang yang menerapkan Keluar dari Tempat Garam akan mengalami kedamaian dan kekuatan dalam mengomunikasikan keyakinannya di dalam Yesus, kepada mereka yang terhilang dalam eksistensi zaman yang membingungkan ini. Kupasan mengenai ‘postmodern’ sangat bermanfaat dan bimbingan tentang ‘hanya mengandalkan Roh Kudus’ semurni emas.”
- Rp 44.000

PESAN ANDA