Arsip untuk Kategori 'Dewasa'
Andaikan Yesus Kepala Daerah
Pernahkah Anda memikirkan hal ini: Bagaimana jika Tuhan Yesus menjadi kepala
daerah di kota Anda?
Berdasarkan pengalamannya memimpin konferensi serta melatih para pemimpin gereja di negara-negara berkembang selama lebih dari 30 tahun, Bob Moffitt menulis buku ini. Tegas ia mengatakan bahwa gereja lokal dapat mengubah masyarakat sekitarnya Andaikan Yesus Kepala Daerahnya.
Agenda Allah bagi dunia ini ialah memulihkan segala sesuatu bagi kemuliaan nama-Nya. Visi ini perlu ditangkap oleh gereja untuk diejawantahkan dalam keseharian. Masyarakat sudah lama menunggu peranan gereja. Jadi gereja perlu mengalami transformasi agar dapat memenuhi Perintah Agung Allah dan mendemonstrasikan kasih-Nya melalui cara-cara yang praktis di lingkungannya.
Selain dilengkapi alat bantu menerapkan kasih Allah, buku ini juga sarat data dan kesaksian gereja lokal dari penjuru dunia. Menjadikan buku ini tidak sekadar teori namun riil bermakna. Penuturan dan bahasanya pun sederhana. Para gembala jemaat dan pemimpin gereja perlu menyimak pesan buku ini, yang relevan dengan situasi bangsa kita saat ini. Perubahan positif dan nyata dari gereja terhadap masyarakat sekitarnya akan bersemi, merambah, dan mengubahkan, Andaikan Yesus Kepala Daerah.
Melalui buku ini, kita diajak lebih memahami tugas dan panggilan kita sebagai Gereja dan orang Kristen dalam realitas kehidupan di tengah masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia. Buku ini dapat menjadi salah satu sumber inspirasi, evaluasi, sekaligus introspeksi peran serta kita dalam membangun dan memperbarui dunia.
Drs. Saur Hasugian, M.Th.
Pgs. Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI
- Rp 75.000,-

Maksud John Stott dengan buku ini adalah menyediakan sumber bagi ibadah harian pribadi, yang memungkinkan kita setiap tahun mengulang seluruh Alkitab dari penciptaan di kitab Kejadian hingga penggenapan di Kitab Wahyu. Refleksi harian ini mengikuti tahun gerejawi yang terbagi dalam tiga bagian yang sama lamanya, masing-masing empat bulan.
Kekhasan buku ini adalah: tahun gerejawi terbagi dalam tiga periode, Alkitab terbagi dalam tiga bagian, dan Allah yang Mahakuasa ternyata menyatakan Diri dalam tiga persona: Bapa, Anak, dan Roh Kudus.Ketiganya mencakup seluruh cerita Alkitab.
Dalam periode pertama (September sampai Desember), kita merenungkan karya Allah Bapa dan bagaimana Dia menyiapkan umat-Nya sepanjang Perjanjian Lama untuk menyambut kedatangan Sang Mesias. Dalam periode kedua (Januari sampai April), kita merenungkan karya Allah Anak dan pelayanan-Nya yang menyelamatkan sebagaimana dilukiskan dalam kitab-kitab Injil. Dalam periode ketiga (Mei sampai Agustus), kita merenungkan karya Allah Roh Kudus dan kegiatan-Nya seperti tertulis dalam Kisah Para Rasul, Surat-surat, dan Wahyu.
Dengan mengingat, menghayati, dan merayakan kembali setiap tahun kisah Ilahi ini, kita dapat memperoleh:
• iman Tritunggal yang teguh
• peningkatan keakraban kita dengan kerangka dan isi Alkitab
• pemantapan keyakinan kita akan Allah sejarah yang telah dan masih melaksanakan maksud-Nya sebelum, selama, dan sesudah kehidupan inkarnasi dari Tuhan kita Yesus Kristus sampai Dia datang kembali dalam kekuasaan dan kemuliaan.
Selamat menikmati hari-hari sepanjang tahun bersama Tuhan!
- Rp 88.000,-
Engkaulah Penjunanku

Memahami kehidupan orang lain kadang seperti bercermin melihat diri sendiri. Ketika melihat kehidupan orang yang bertemu Tuhan, kita juga sering mendapat bagian untuk mengerti bagaimana Tuhan membentuk ciptaan-Nya. Dengan cara yang berbeda-beda, tanah liat itu menjadi bentukan-bentukan unik. Penjunan yang piawai itu tahu betul karakter setiap orang yang hendak dibentuk-Nya.
Kumpulan kehidupan tokoh-tokoh yang dipilih dalam buku kecil ini hendak menggambarkan bagaimana Allah membentuk umat yang dikasihi-Nya. Dari mereka kita bisa melihat bahwa Allah tidak ”pandang bulu”. Semua tokoh itu berharga di mata Allah, mulai dari mereka yang hidup dari kalangan terpandang seperti imam, hingga gembala ternak yang sehari-hari bergelut dengan kesederhanaan dan kesunyian di alam terbuka.
”Engkaulah Penjunanku” diharapkan dapat menyadarkan kita bahwa diri kita pun berharga di mata-Nya. Sebab hingga saat ini Dia masih berinisiatif dan berkarya dalam membentuk kita. Lebih dari itu, seperti yang dilakukan-Nya terhadap tokoh-tokoh yang diuraikan dalam buku ini, Dia juga akan melibatkan kita dalam karya agung-Nya bagi dunia ini. Sehingga pada akhirnya, kita semua dapat mengaku di hadapan Tuhan, ”Engkaulah Penjunanku!”
- Rp 30.000,-







PESAN ANDA